Rabu, 25 Januari 2012

harga beras 25 januari 2012


PATI, suaramerdeka.com - Memasuki masa panen pada periode musim tanam pertama (MT I) padi, harga beras di Kabupaten Pati mulai menunjukkan penurunan. Dari Rp 8.000 per kilogram, di tingkat pedagang grosir, kini harga beras turun menjadi Rp 7.100 per kilogram.
Artinya, terjadi penurunan 11,25 persen (Rp 900 per kilogram) dari sebelumnya. "Kalau di pedagang eceran, harganya masih sekitar Rp 7.200-Rp 7.300 per kilogram," kata Nur, grosir beras di Pasar Sleko, Rabu (25/1).
Menurut Nur, para pedagang sudah tak kesulitan lagi mendapatkan gabah dari para petani. Pasalnya, selama sepekan terakhir sudah ada beberapa petani di Kabupaten Pati yang mulai memanen padi. Kegiatan itu dapat dilihat di sejumlah area pertanian di wilayah Kecamatan Sukolilo, Margorejo, Pati, Gabus atau Wedarijaksa.
Tak sebatas dari wilayah lokal, para pedagang juga sudah mulai mendapat pasokan dari luar daerah, seperti Kudus, Grobogan dan Demak. Sebab, petani di dua daerah tersebut juga sudah mulai memanen padi. Bahkan, "Pekan ini masa penen padi di Demak hampir selesai," imbuhnya.
Kondisi tersebut membuat angka pasokan beras yang dia terima jadi melonjak hingga tiga kali lipat dari sebelumnya. Kini, dalam sehari dia bisa mendapatkan pasokan besar hingga 60 ton. Sementara sebelum masa panen, pasokan beras yang didapat hanya antara 15-20 ton per hari.
"Kondisi ini yang menyebabkan harga beras jadi turun dari Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 7.100 per kilogram. Penurunan ini dimuali sejak sepekan terakhir," katanya.
Diperkirakan, ke dapan tren penurunan harga komoditas tersebut dapat berlanjut. "Harganya bisa mencapai sekitar Rp 6.500 per kilogram bila masa panen oleh petani lancar," katanya.
Hanya saja, menurutnya, kondisi tersebut tak begitu menguntungkan bagi pedagang. Pedagang lebih menginginkan adanya kestabilan harga. Sementara keuntungan yang dipatok oleh pedagang tak lebih dari Rp 100 per kilogram.

0 komentar:

Posting Komentar