Kamis, 16 Februari 2012

HPP Beras kapan diputuskan?

Kendati beras kini tengah surplus produksinya lantaran panen raya, namun harganya tetap saja tinggi di pasaran. Belum ditetapkannya harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap gabah/beras menimbulkan spekulasi harga di pasaran. Saat ini Bulog masih menggunakan HPP lama dalam pembelian, yakni gabah seharga Rp Rp 4.300 per kg dan Rp 6.500 per kg untuk beras.
"Inpres HPP beras/gabah sangat dibutuhkan bagi para pedagang sebagai acuan bisnis. Karena itu, kami berharap pemerintah segera menerbitkan Inpres HPP agar spekulasi harga di pasaran tidak berkepanjangan," kata ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta Sarjanto Djoko Pangarso, Rabu (15/2).

Selain itu, kegagalan panen di beberapa daerah karena serangan hama serta maraknya alih fungsi lahan pertanian yang mempengaruhi produksi beras juga ikut andil dalam memunculkan spekulasi harga di pasaran. "Metode penghitungan surplus beras yang mencakup produksi, stok, dan kebutuhan perlu ditinjau kembali, karena berpengaruh terhadap inflasi," katanya.

Lebih lanjut Djoko mengatakan, rapat TPID Kota Surakarta memperkirakan inflasi Kota Surakarta tahun 2012 akan terpengaruh kebijakan pemerintah pusat terkait bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tarif dasar listrik (TDL), serta kenaikan tarif air PDAM Solo dari sebelumnya Rp 2.050 menjadi Rp 2.250 per M3 yang beban tagihannya mulai diberlakukan Februari 2012.

Menurut dia, para pengusaha beras mengkhawatirkan dampak kenaikan harga BBM terhadap kenaikan biaya transportasi bahan makanan karena banyak pengusaha mempunyai angkutan barang sendiri. Sementara konversi penggunaan bahan bakar gas atau BBG yang lebih murah untuk menggantikan BBM masih butuh waktu cukup panjang dan perlu sosialisasi secara luas.

Di samping itu, alat konversinya juga cukup mahal. Lagi pula, masih banyak pihak yang menganggap penggunaan BBG justru menimbulkan masalah. "Sebab, kendaraan tidak lagi asli atau original dari pabrikan sehingga bisa mengurangi keawetan," katanya.

Jika dalam jangka pendek harus dipilih antara opsi pembatasan atau kenaikan harga BBM, lanjut dia, maka yang dipilih adalah kenaikan harga. Dengan pertimbangan untuk mencegah adanya risiko penyalahgunaan BBM bersubsidi. Lagi pula infrastruktur pendistribusian premium sudah meluas hingga ke berbagai pelosok.

0 komentar:

Posting Komentar