Kamis, 16 Februari 2012
Kenaikan HPP Beras
Usulan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap beras dan gabah setiap tahunnya dinilai realistis. Selain untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi, kebijakan tersebut dinilai akan meningkatkan penyerapan hasil panen oleh pemerintah.
Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono menyatakan, tahun lalu pemerintah tidak menaikkan HPP. Harga gabah kering panen per kilogram dihargai Rp 2.640, gabah kering giling Rp 3.400 per kilogram dan beras Rp 5.600 per kilogram. "Sudah saatnya dinaikkan untuk mengejar peningkatan harga di lapangan," katanya kepada Suara Merdeka, Selasa (14/2).
Sebagai gambaran, modal tanam per hektare untuk musim tanam (MT) I sekitar Rp 6,5 juta, di luar harga sewa lahan. Sedangkan untuk MT II, modal yang harus dikeluarkan petani lebih besar lagi, yakni Rp 7,5 juta.
Kondisi tersebut disebabkan peningkatan potensi serangan hama pada MT II. Sedangkan dari tahun ke tahun, modal tanam juga selalu meningkat sekitar 5-10 persen. "Jadi, HPP juga harus menyesuaikan," tandasnya.
Pada MT I, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, petani mendapatkan keuntungan bersih Rp 5-6 juta per hektare. Sedangkan untuk MT II, biasanya petani hanya mendapat keuntungan sekitar Rp 3-4 juta. "Perkiraan setiap tahunnya kurang lebih sebesar itu," ungkapnya.
Dari sisi petani, HPP sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada penjualan harga hasil panen. Buktinya, beras hasil panen MT I lalu untuk kelas premium harganya mencapai Rp 7.500 ribu per kilogram, sedangkan yang biasa mencapai Rp 7 ribu per kilogram. "Dinamika pasar membuat harga beras lebih tinggi dari HPP," tandasnya.
Persoalannya, bila HPP tidak ditingkatkan dipastikan penyerapan hasil panen oleh pemerintah tidak akan maksimal. Bulog sebagai lembaga yang diberi tugas tersebut, tidak akan dapat berbuat banyak bila nominal yang ditentukan masih menggunakan patokan lama.
Sementara, di pasaran harga beras sudah melambung. "HPP diperlukan sebagai dasar atau patokan untuk menetapkan target penyerapan hasil panen petani," jelasnya.







0 komentar:
Posting Komentar